Solo Rank di Kantor: Pelajaran Mobile Legends untuk Menghadapi Tekanan Pekerjaan

Daftar Isi

Bagi kalian yang sering main Mobile Legends, pasti paham rasanya Solo Rank. Masuk ke dalam match tanpa kawan, bertemu rekan tim yang "ajaib", dan berharap bisa menang melawan musuh yang kompaknya kayak boyband Korea. Nah, setelah beberapa tahun jadi Admin TU di Tempat kerja saya, saya baru sadar kalau meja kantor itu tidak ada bedanya dengan Land of Dawn.

Bekerja sebagai Admin TU itu adalah definisi nyata dari Solo Rank yang sesungguhnya. Bedanya, di sini tidak ada tombol Surrender kalau keadaan sudah mulai chaos.


1. Memilih Role S.Kom yang Terpaksa Jadi Tank

Di Mobile Legends, semua orang mau jadi Core atau Marksman yang paling banyak gaya, sering dapat kill, dan dipuja-puja. Tapi di kantor, saya adalah Tank. Sebagai Admin TU, tugas saya adalah pasang badan.

 

Ada guru yang akunnya lupa password ? Maju.

Ada sistem yang tiba-tiba error? Maju.

Ada printer yang mogok kerja padahal belum tanggal merah? Saya lagi yang maju.

 

Saya harus punya armor kesabaran yang tebal untuk menerima "damage" dari segala arah. Bedanya, kalau di game saya pakai item "Antique Cuirass", di kantor saya pakai item "Kopi Hitam" dan "Surya" buat nambah mana dan ketenangan batin.

 

2. Menghadapi Rekan Tim yang Feeder

Kita semua tahu rasanya punya teman satu tim yang hobinya mati konyol alias feeder. Di dunia kerja, rekan feeder ini adalah mereka yang hobinya bikin masalah atau nambah-nambahin kerjaan kita di saat-saat kritis.

Misalnya, saat saya lagi fokus farming (menyusun laporan bulanan), tiba-tiba ada rekan yang datang sambil bawa berkas berantakan dan bilang, "Pak Sepwal, ini tolong diberesin ya, harus selesai sekarang." Itu rasanya kayak lagi asyik farming kelomang tiba-tiba rekan tim mancing war di tempat yang salah.

Pelajaran dari MLBB: Jangan toxic atau marah-marah di kolom chat (alias ngomel di ruang guru). Cukup tarik napas, praktikkan Stoikisme, dan carry beban itu sendirian. Ingat, kemenangan (selesainya laporan) lebih penting daripada adu argumen yang cuma bikin mental health kita low HP.

 

3. Strategi Farming: Cicil Berkas Sebelum War

Pemain ML yang jago tahu kapan harus farming dan kapan harus war. Masalahnya, admin TU seringkali terjebak war (deadline) tanpa punya item yang cukup (data belum siap).

Dulu, saya sering menunda pekerjaan sampai menumpuk. Akibatnya? Begitu deadline datang, saya langsung Wiped Out. Sekarang, saya pakai teknik farming berkala. Tiap ada data masuk, langsung input. Tiap ada berkas, langsung rapikan. Jadi, begitu "Lord" (kepala sekolah) muncul minta laporan mendadak, saya sudah punya full item dan siap war tanpa harus panik sampai kena serangan jantung di usia 27 tahun.

4. Lord Muncul: Menghadapi Deadline yang Mengancam Base

Di Mobile Legends, Lord adalah ancaman terbesar yang bisa menghancurkan Base kita dalam sekejap. Di Sekolah, Lord itu berbentuk Audit atau Akreditasi.

Saat masa-masa ini tiba, suasana kantor berubah jadi Late Game. Semua orang tegang, jari-jari saya di keyboard bergerak lebih cepat daripada fast hand pemain Fanny. Di momen krusial ini, ketenangan adalah kunci. Jangan sampai panic buying atau salah klik. Tetap fokus pada objektif utama. Jangan terpancing mengurusi hal-hal kecil yang tidak penting (seperti meladeni gosip di kantin) saat "Lord" sudah berjalan menuju meja kerja kita.

5. Victory atau Defeat? Yang Penting Mental Tetap Stoik

Setelah seharian berjuang di Land of Office, terkadang kita dapat Victory (semua laporan terkirim hijau) dan terkadang kita harus menelan Defeat (sistem down di detik terakhir).

Dulu, kalau Defeat, saya bisa galau tujuh hari tujuh malam. Tapi sekarang, sebagai praktisi Stoikisme gadungan, saya sadar bahwa kemenangan atau kekalahan sistem itu seringkali di luar kendali saya. Yang ada dalam kendali saya adalah bagaimana saya menertawakan nasib sendiri sambil menghisap sisa-sisa Surya di parkiran sekolah.

Kesimpulan: Life is Just a Game

Bekerja sebagai Admin TU memang melelahkan, tapi kalau kita anggap ini sebagai latihan push rank, semuanya jadi terasa lebih enteng. Kita jadi belajar sabar, belajar strategi, dan yang paling penting: belajar cara menggendong (carrying) tanggung jawab meskipun tim kita sedang tidak baik-baik saja.

Jadi, buat kalian para pejuang administrasi di luar sana, jangan menyerah kalau kena loose streak di kantor. Ambil kopi, istirahat sejenak, dan bersiaplah untuk match berikutnya esok pagi.

SepwaL
SepwaL Saya adalah seorang praktisi administrasi yang menolak untuk sekadar terjebak di antara tumpukan berkas. Di balik rutinitas harian, saya mengalihkan energi menjadi barisan kode dan untaian kata—menyatukan peran sebagai pengembang web, penulis, dan kreator digital yang selalu lapar akan inovasi di semesta IT

Posting Komentar