Riview Buku

Buku Menyerah? Boleh Saja, Tapi Besok Ya?! karya Dragoen — Hiburan Waras untuk Orang Dewasa yang Lelah

Buku Menyerah? Boleh Saja, Tapi Besok Ya?! karya Dragoen — Hiburan Waras untuk Orang Dewasa yang Lelah
Daftar Isi

Ada hari-hari di mana beban hidup rasanya tidak masuk akal. Bukan cuma soal target pekerjaan kantor yang menumpuk di meja, tapi juga urusan tagihan bulanan, pertemanan yang menyusut, sampai rasa cemas memikirkan masa depan yang tak kunjung punya kepastian.

Di hari-hari seperti itu, nasihat motivasi yang menyuruh kita "harus selalu kuat dan pantang menyerah" justru sering terdengar melelahkan. Kita tidak butuh diceramahi kita cuma butuh jeda untuk bernapas.

Buku karya Dragoen yang bertajuk Menyerah? Boleh Saja, Tapi Besok Ya?! (dengan label jujur di sampulnya Dewasa Itu Capek Edition!) hadir persis di titik kejenuhan itu. Buku ini tidak berusaha menjadi guru bijak, melainkan teman semeja yang menepuk pundak kita sambil berkata: "Capek ya? Sama, gue juga."

Ketika Hidup Terasa di Setelan Level Hard Terus-menerus

Buku ini langsung dibuka dengan bab yang mewakili isi kepala banyak pekerja muda: “Hidup Kok Kayak Level Hard Terus?”.

Sebagai orang yang akrab dengan rutinitas administrasi harian, metafora itu terasa sangat nyata. Kadang kita merasa sudah berusaha sebaik mungkin.berangkat pagi, pulang petang, menahan kantuk di balik meja kerja tapi masalah baru selalu datang tanpa permisi. Belum selesai satu urusan, sudah antre tiga urusan lain di belakangnya.

Dragoen membungkus kegelisahan itu dengan gaya tutur yang santai, kocak, tapi menusuk. Bab favorit saya ada di bab empat: “Overthinking, Hobi Mahal Tanpa Bayaran”. Pembahasan di bab ini terasa seperti tamparan pelan. Kita sering membuang berjam-jam waktu istirahat hanya untuk memikirkan skenario buruk yang belum tentu terjadi, padahal kekhawatiran itu sama sekali tidak menambah saldo rekening ataupun menyelesaikan revisi laporan.

Menyerah Boleh, Asal Jangan Permanen

Pesan inti buku ini sebenarnya sangat manusiawi kamu tidak harus selalu kuat setiap saat.

Di era media sosial yang menuntut semua orang tampil serba bisa, kita sering merasa bersalah kalau sedang lelah atau ingin berhenti sejenak. Dragoen justru memberi ruang bagi pembacanya untuk merasa rapuh:

  1. Menyerah untuk Hari Ini Saja: Kalau hari ini kamu benar-benar kehabisan tenaga, letakkan dulu senjatamu. Tidur, istirahat, matikan laptop. Janjikan pada diri sendiri bahwa kalau mau menyerah, tunda sampai besok. Anehnya, setelah tidur cukup dan perut terisi, besoknya kita biasanya punya sedikit sisa tenaga untuk jalan lagi.
  2. Bangkit Pelan-pelan (Nggak Usah Sok Kuat): Pemulihan diri itu bukan sulap. Jangan memaksakan diri langsung berlari kencang saat luka batinmu belum sepenuhnya kering. Melangkah satu jengkal pun tetap dihitung sebagai kemajuan.
  3. Jalan Lagi, Walau Sambil Ngeluh: Tidak ada larangan untuk mengeluh. Mengeluh itu katarsis alami manusia. Yang penting, setelah selesai mengeluh dan mencuci muka, kaki kita tetap melangkah maju.

Visual Full Color yang Ramah untuk Kepala yang Penat

Salah satu keunggulan utama yang langsung terasa begitu membuka lembaran buku terbitan Citybooks ini adalah formatnya: hampir setiap halaman dicetak penuh warna (full color) dan dilengkapi ilustrasi gambar yang hidup.

Bagi pekerja kantoran yang seharian sudah jenuh menatap layar spreadsheet atau tumpukan dokumen hitam-putih, format visual ini seperti jeda penyegar mata. Kamu tidak akan disambut oleh deretan teks rapat yang bikin pusing. Tipografinya lega, tata letaknya dinamis, dan perpaduan ilustrasi karakternya membuat pengalaman membaca terasa mengalir santai seperti membaca komik reflektif atau novel grafis ringan.

Dengan ketebalan sekitar 97 halaman, buku ini bisa diselesaikan dalam sekali duduk saat santai di kedai kopi, atau dibaca lembar demi lembar menjelang tidur malam tanpa membebani pikiran.

Menunda Menyerah untuk Sekali Lagi

Malam ini, menutup halaman terakhir buku ini bersamaan dengan mematikan lampu meja kerja, ada satu rasa lega kecil yang tertinggal.

Ternyata bertahan hidup sebagai orang dewasa memang sering kali sesederhana teknik menipu diri sendiri: menunda keputusasaan hari demi hari. Kalau hari ini berat, istirahatlah. Menyerahnya besok saja. Dan siapa tahu, saat besok tiba, situasinya sudah terasa sedikit lebih ringan.


📖

Tertarik Membaca Buku Ini?

Buku ini tipis, tidak bikin pusing, dicetak full color, dan penuh ilustrasi menarik di setiap halaman. Sangat pas jadi teman rehat sehabis kerja di balik meja. Kalau kamu ingin membaca edisi fisiknya yang original, bisa langsung pesan lewat tautan resmi di bawah ini:

*Tips: Pastikan membeli versi orisinal di toko resmi/terpercaya agar kualitas cetak warna dan kertasnya nyaman dibaca.

Informasi Buku:

  • Judul: Menyerah? Boleh Saja, Tapi Besok Ya?! (Dewasa Itu Capek Edition!)
  • Penulis: Dragoen
  • Penerbit:  Qiya Books
  • Tebal: Sekitar 97 Halaman (Full Color & Ilustrasi)
Iklan Ruang iklan responsif
SepwaL
SepwaL

Writer at SEPWAL.

Komentar