Riview Buku

Riview Buku: Self-Talk Journal karya Olivia — Mengobrol dengan Diri Sendiri Setelah Seharian Mendengarkan Orang Lain

Riview Buku: Self-Talk Journal karya Olivia — Mengobrol dengan Diri Sendiri Setelah Seharian Mendengarkan Orang Lain
Daftar Isi

Ada satu ironi besar bagi orang-orang yang seharian bekerja melayani banyak kepala kita terbiasa mendengarkan kebutuhan semua orang, kecuali isi kepala kita sendiri.

Dari pagi sampai sore, telinga kita dipenuhi suara instruksi atasan, pertanyaan rekan kerja, dering telepon, hingga tumpukan berkas yang minta segera diselesaikan. Kita dituntut untuk selalu sigap, ramah, dan tidak boleh kelihatan goyah. Emosi pribadi otomatis ditekan ke sudut paling belakang, disimpan rapi di dalam laci yang terkunci.

Masalahnya, saat jam kerja usai dan kita tiba di kamar yang sunyi, semua hal yang kita simpan sendirian itu sering kali tumpah ruah menjadi rasa lelah yang asing dan hampa.

Buku bersampul krem minimalis ini sudah beberapa waktu menemani sudut meja saya. Judulnya sederhana: Self-Talk Journal karya Olivia 

Di sampul belakangnya, ada kalimat yang langsung terasa seperti pelukan hangat tanpa pretensi:

"Buku ini untuk kamu yang suka menyimpan luka sendirian, untuk kamu yang sulit memahami perasaanmu sendiri, dan untuk kamu yang butuh ruang untuk berbincang dengan diri sendiri."

Membuka Lembarannya Bukan Sekadar Buku Bacaan Biasa

Kesan pertama saat memegang buku ini secara fisik adalah rasa tenangnya. Desain sampulnya tidak berisik, tidak ada warna mencolok atau tipografi yang berteriak-teriak. Kertasnya nyaman, dan begitu lembarannya dibuka, ini bukan buku teori psikologi yang menuntut kita untuk menghafal istilah-istilah ilmiah.

Buku ini adalah ruang aman (safe space) berbentuk jurnal terpandu (guided journal).

Olivia menyusun halaman demi halamannya dengan petunjuk (prompts) sederhana yang memancing kita untuk menuangkan apa yang selama ini tertahan di tenggorokan. Bagi orang yang sering merasa bingung menjawab pertanyaan "Kamu kenapa?", buku ini menyediakan pertanyaan-pertanyaan kecil yang membantu mengurai benang kusut di dalam kepala secara bertahap.

Tiga Alasan Kenapa Jurnal Ini Menolong Pekerja yang Kelelahan

Berdasarkan pengalaman saya membolak-balik lembarannya di sela malam sehabis jam kantor, ada beberapa hal yang membuat buku ini sangat bernilai:

  1. Memberi Izin untuk Rapuh: Di lingkungan kerja, kita dituntut untuk profesional dan kuat. Jurnal ini menjadi tempat di mana kita boleh berhenti berpura-pura baik-baik saja. Kita diizinkan menuliskan rasa kecewa, lelah, atau cemas tanpa takut dihakimi atau dinilai tidak kompeten.
  2. Membedakan Fakta dan Asumsi Sendiri: Sebagian besar rasa lelah kita bukan karena beban fisik, melainkan dialog internal (self-talk) yang terlalu kejam pada diri sendiri. Buku ini melatih kita untuk mengubah kalimat batin dari "Aku selalu gagal" menjadi "Aku sudah mencoba yang terbaik hari ini, dan itu cukup."
  3. Praktis dan Tidak Menyita Waktu: Tidak perlu alokasi waktu berjam-jam. Cukup luangkan waktu sepuluh menit sebelum tidur atau saat jeda hening malam hari, ambil pulpen, lalu jawab satu atau dua pertanyaan pemantik di halamannya.

Karena formatnya adalah journal (jurnal interaktif), buku ini hanya akan berdampak maksimal kalau kamu benar-benar berniat memegang pulpen dan menulis di atasnya.

Bagi orang yang hanya ingin membaca pasif dari awal sampai akhir seperti novel, buku ini mungkin akan terasa cepat selesai karena kekuatannya justru ada pada proses interaksi antara pertanyaan di buku dan jawaban jujur dari hatimu sendiri.

Menutup Hari dengan Hening

Buku Self-Talk Journal ini sekarang menjadi salah satu koleksi paling personal di rak kamar saya.

Setelah berjam-jam menghabiskan energi untuk memastikan urusan administrasi dan kebutuhan orang lain beres, membuka jurnal ini adalah cara terbaik untuk pulang ke diri sendiri. Karena sebelum kita belajar menjadi pekerja yang baik untuk orang lain, kita harus lebih dulu belajar menjadi kawan yang ramah bagi diri sendiri.


 

Butuh Ruang Tenang untuk Mengurai Beban Pikiran?

Buku ini sangat cocok untuk kamu yang sering memendam lelah sendirian dan butuh panduan jurnal untuk mengobrol jujur dengan diri sendiri sebelum tidur. Kalau kamu ingin memiliki edisi fisiknya, kamu bisa dapatkan lewat toko resminya di Shopee:

*Catatan: Pastikan membeli edisi orisinal terbitan Penerbit Kita agar kualitas kertas dan cetakannya nyaman untuk ditulisi pulpen. Tautan di atas merupakan link toko resmi.

Iklan Ruang iklan responsif
SepwaL
SepwaL

Writer at SEPWAL.

Komentar